Menjadi Relawan: Untuk apa?

voltr

Menjadi apa pun kita, itu merupakan pilihan bebas. Begitu pula dengan pilihan untuk menjadi relawan yang bebas dan tidak terikat. Seseorang berhak untuk menjadi relawan tanpa ada paksaan dari pihak mana pun. Kerja sebagai relawan juga tidak terbatas pada usia, ras, suku, agama, budaya, dan status sosial. Segala perbedaan itu melebur ketika para relawan memiliki komitmen untuk saling berbagi dan bekerjasama satu sama lain.

Beberapa bulan yang lalu, tepatnya pada tanggal 6-7 Maret 2010 ICBC mengadakan proses rekruitmen relawan. “Create Precious Time With Us” merupakan tema yang diusung dalam Training For Volunteers ICBC Angkatan I. Proses rekruitmen yang digelar selama dua hari di Hotel UNY, berisikan pengenalan dan pemahaman organisasi secara personal kepada masing-masing peserta dan pembekalan materi mengenai kerja relawan. Antusiasme dan ketertarikan terlihat dari banyaknya peserta yang ikut ambil bagian dalam proses rekruitmen tersebut. Dari hasil pertemuan, dicapai kesepakatan mengenai nilai-nilai yang dirasa perlu dimiliki bagi setiap orang yang akan tergabung menjadi relawan ICBC. Semangat yang menjiwai diantaranya adalah sebagai berikut: to learn, to work, to play, to love.

Proses rekrutmen pun berlanjut pada pertemuan besar di kantor ICBC Baciro. Agenda utama yang diangkat dalam pertemuan adalah penyampaian nilai-nilai yang wajib dimiliki relawan ICBC dan memfokuskan kontrak pribadi yang telah disepakati. Nilai-nilai yang wajib diterapkan relawan adalah spesifik, dapat diukur, tidak muluk, realistis, smart, disesuaikan dengan waktu dan tanggung jawab pribadi. Kontrak pribadi diharapkan dapat tercapai dan nilai-nilai yang diusung relawan dalam mengemban tugas yang telah diberikan baik secara tim maupun sebagai individu dapat berjalan efektif.

Tetapi, seleksi alam tetaplah berlaku. Sampai saat ini, ada beberapa relawan yang masih merasa terpanggil untuk tetap tinggal dan berkarya bersama teman-teman yang lain. Ada pula yang sudah menghilang tanpa meninggalkan jejak. Lantas, yang menjadi pertanyaan menarik disini adalah, apa yang menjadi motivasi teman-teman relawan yang masih bertahan sampai saat ini?

Ada berbagai macam alasan yang mendasari motivasi masing-masing individu untuk berperan menjadi relawan. Ketertarikan menjadi relawan muncul biasanya ketika ada ajakan dari teman, atau mungkin memang timbul niat dari diri sendiri seperti ingin memperluas relasi, mengembangkan bakat yang belum tersalurkan, dan ingin merasakan pengalaman bekerja sebagai relawan.

Sistem Kerja Relawan

Mungkin ada yang bertanya-tanya, apakah relawan juga memiliki sistem kerja seperti pekerja formal lainnya? Perlu dipahami bahwa kerja relawan memang tidak bisa sepenuhnya digolongkan sebagai pekerjaan yang memiliki struktur baku. Ada kerja relawan yang memang dilakukan secara individu tetapi tidak tergabung dalam sebuah organisasi. Tetapi disini, hendaknya kita menempatkan kerja relawan dalam tataran organisasi.

Secara garis besar, relawan dapat dibedakan menjadi dua, yaitu relawan jangka panjang dan jangka pendek. Yang membedakan disini adalah periode waktu yang dicurahkan dan deskripsi kerja masing-masing relawan. Relawan jangka pendek, adalah relawan yang bergabung dengan suatu organisasi hanya dalam kurun waktu tertentu. Umumnya mereka adalah relawan yang bersifat sementara, artinya sebelum bergabung dengan suatu organisasi, mereka akan memastikan terlebih dahulu deskripsi tugas yang akan dilakukan dan berapa lama komitmen yang harus mereka berikan ke organisasi tersebut. Relawan tipe ini tidak bergabung dalam suatu organisasi untuk jangka waktu yang lama. Biasanya mereka tertarik pada jenis kegiatan yang dilakukan oleh suatu organisasi, dan mereka bergabung dengan suatu organisasi karena ajakan teman.

Lain lagi dengan relawan jangka panjang. Relawan jangka panjang adalah relawan yang memiliki kepedulian dan komitmen tinggi terhadap suatu visi kelompok tertentu dan bersedia mendedikasikan diri untuk memperjuangkan visi yang diyakininya itu dalam jangka waktu tak tertentu. Relawan jangka panjang direkrut melalui salah satu cara berikut : rekrutmen sendiri (memiliki kepedulian dan komitmen terhadap isu tertentu dan berusaha menemukan dan bergabung dengan organisasi yang dapat mewujudkan komitmen dirinya), karena ajakan staf atau relawan yang sudah bergabung terlebih dahulu). Karena lamanya bergabung dan semakin meningkatnya kapasitas relawan dalam suatu isu atau program, relawan jangka panjang dapat dilibatkan dalam penentuan deskripsi tugas relawan, bahkan relawan tersebut dapat berinisiatif untuk menambah atau memodifikasi tugas-tugasnya. Bahkan apabila diperlukan, mereka juga bersedia meluangkan lebih banyak waktu dan tenaganya agar misi yang diembannya tercapai. Pengakuan dari organisasi akan semakin memperkuat komitmen dan keterlibatannya dalam pencapaian misi lembaga.

Dalam memulai karier menjadi seorang relawan, relawan jangka panjang maupun jangka pendek biasanya perlu mengenal terlebih dahulu profil dari organisasi yang akan dia masuki. Hal ini akan berpengaruh pada sistem kerja dan eksistensi dari relawan itu sendiri. Relawan perlu mengenal sistem kerja dan aturan yang berlaku bagi organisasi itu. Misalnya saja sistem kerja yang diberlakukan di ICBC adalah berdasar kontrak pribadi. Pencapaian target yang sudah dicanangkan sedari awal mau tidak mau menuntut relawan untuk mencapai tujuan yang sesuai dengan visi dan misi ICBC. Pencapaian target ini bisa ditunjang dengan iklim organisasi yang mendukung. Iklim organisasi yang kondusif seperti perasaan diterima dan dihargai ini akan berkorelasi langsung dengan motivasi kerja dari para relawan sehingga mereka bisa bekerja secara total.

Untuk menunjang sistem kerja relawan ke depannya, para relawan berhak untuk mengikuti pelatihan agar meningkatkan kualitas dan kinerja relawan. Selain itu, sebagai bentuk keteraturan dan pengembangan data, relawan juga disediakan lembar khusus untuk presensi. Hal ini bisa digunakan untuk mengukur sejauh mana perkembangan relawan di organisasi tersebut, dapat mengukur kontribusi yang diberikan relawan bagi organisasi, dan dapat mengetahui mana relawan yang aktif dan relawan yang hanya mengikuti program atau kegiatan khusus saja. Selain itu, data juga bisa mengetahui minat dan tingkat kemampuan relawan dalam bidang tertentu.

Sistem kerja seorang relawan memang tidak bisa disamakan dengan sistem kerja para pekerja formal. Namun inti utama dari kerja relawan sendiri adalah keikhalasan hati untuk berbagi, juga rasa kebersamaan dan sikap kerjasama dalam menghasilkan kerja tim yang kuat dan kompak, prinsip itulah yang terus ditanam dan diterapkan dalam setiap kegiatan yang melibatkan relawan.

Salam relawan!

Fransiska Ria Aninda



Sumber:

http://www.yappika.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=38&Itemid=69

http://www.ymp.or.id/esilo/content/view/120/7/

http://kksmelati.multiply.com/journal/item/17/Selamat_Hari_Relawan_Sedunia

http://www.yappika.or.id/index.php?option=com_content&task=view&id=160&Itemid=1

http://groups.yahoo.com/group/filantropi_indonesia/message/2547http://www.p2kp.org/pustaka/files/modul_pelatihan08/A/4/a/%281%29/%28b%29/Modul-Manajemen-Relawan.pdfhttp://relawanyappika.wordpress.com/galeri/volunteer-gathering/

Related posts:

  1. Sebentuk Cinta untuk Anak-Anak Korban Gempa
  2. Berdemokrasi di Angkringan
  3. Berkaca pada Film Perempuan Berkalung Sorban
  4. RUMAH SEHAT : SEHATKAH UDARA DI DALAM RUMAH ANDA
  5. Menyambut Tangan-Tangan Volunteer

About The Author

No Comments