Mandi Bola di Pengungsian?

Sementara kami mendirikan tenda pos bermain anak, seorang anak bersemangat membantu dan seorang ibu pengungsi berceletuk, “wah, mau buat mandi bola ya?”.

Kami tertegun sejenak. Wow!!! Ide yang cemerlang! Tadinya kami akan menggunakan tenda itu untuk perpustakaan mini, sambil sebagai tempat untuk meletakkan peralatan-peralatan pos bermain.

Baiklah. Hari ini tenda dome itu akan difungsikan seperti rencana sebelumnya, besok atau secepatnya kami akan menyediakan setumpuk bola untuk “mandi”.

Bergembira seperti ini di pengungsian? Tentu saja bisa!

Bergembira seperti ini di pengungsian? Tentu saja bisa!

Update Info “Pos Bermain Anak”, Hari ke-1, Sabtu, 30 Oktober 2010.

Diselenggarakan oleh ICBC bekerja sama dengan remaja Kepuharjo, Cangkringan, Sleman. Bertempat di Lokasi Pengungsian Desa Kepuharjo, sekitar 15 km dari puncak Merapi.

dpn barak biru

(ki-ka) relawan ICBC: Ika, Dian. Remaja Kepuh: Heri, Risna.

(ki-ka) relawan ICBC: Ika, Dian. Remaja Kepuh: Heri, Risna.

Sekitar jam 12.00 WIB, tim ICBC (Ganis, Edo, Ika, Dian) tiba di lokasi pengungsian. Seorang remaja penduduk lokal, sekutu kami, Heri sudah menunggu di depan mushola SMKN 1 Cangkringan.

Ini adalah kunjungan kedua ICBC. Kunjungan pertama dilakukan pada Rabu, 27 Oktober 2010. Waktu itu tim ICBC terdiri dari Ganis, Agus, Titis, dan dari sekutu ada Heri dan Rizky. Dari hasil asesmen pada kunjungan pertama inilah ide pos bermain anak dimunculkan.

Setelah melihat-lihat dan mempelajari lokasi, kami memutuskan pos bermain anak akan ditempatkan di salah satu pojok halaman SMKN 1 Cangkringan. Di situ, jumlah balita pengungsi paling panyak.

Sebenarnya lokasi pengungsian utama adalah di lapangan di seberang jalan SMK. Namun, di sana sudah ada “Sekolah Gembira” asuhan Santana (Santri Tanggap Bencana). Juga, kebanyakan anak-anak di tempat ini adalah dalam usia SD. Sepertinya untuk balita dipusatkan di SMK.

Setidaknya ada 3 organisasi yang hari ini mengurus balita selain ICBC, yaitu HIMPAUDI Sleman, Dinas pendidikan non formal Semarang, dan yayasan taufid-Waroeng Group.

HIMPAUDI terdiri atas guru-guru PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang merupakan penduduk Cangkringan. Mereka akan membuat acara setiap hari mulai jam 15.00.

Dinas Pendidikan Semarang menyediakan alat-alat bermain & musik untuk anak. Mereka hanya sampai hari minggu, 31 oktober 2010, berada di situ. Alat-alat akan ditinggal, dan Ganis berencana mempertemukan pihak HIMPAUDI & Dinas itu, agar alat-alat tersebut diserahkan ke HIMPAUDI karena mereka adalah penduduk lokal.

Yayasan Taufid bekerja sama dengan Waroeng Group (yang punya Waroenk steak itu lho!) membagikan paket makanan-minuman dan mendongeng. Mereka hanya datang pada hari ini saja.

Hal yang menarik namun menyebalkan adalah, seperti biasa, ada banyak relawan yang datang hanya demi publikasi dan pencitraan. Biasanya mereka hanya melakukan sesuatu yang instant, seperti memberikan susu, lalu difoto ketika sedang melakukannya. Ada juga volunteer yang memakan makanan pengungsi.

VOLUNTEERS, PLEASE MIND YOUR OWN WELL-BEING & RESPECT THE DISASTER SURVIVORS! IF YOU CAN’T FULFILL THAT, PLEASE DON’T BE A VOLUNTEER!

Setelah berkoordinasi dengan pihak-pihak di pengungsian maupun secara internal, akhirnya ICBC menetapkan konsep Pos Bermain Anak s.b.b.:

1. Sebagai perpustakaan tanggap darurat (sepanjang hari).

Target pembaca: anak-anak, remaja putri, dan ibu-ibu.

Perpustakaan juga menyediakan alat-alat permainan sepanjang hari.

DIBUTUHKAN volunteer untuk menjaga perpustakaan ini sambil menemani siapapun yang sedang membaca atau ingin ngobrol.

Sementara, tugas ini dilakukan remaja Kepuharjo.

DIBUTUHKAN bahan-bahan bacaan: buku cerita anak-anak (yang penuh gambar, tentunya), novel atau majalah remaja, bacaan untuk ibu-ibu.

2. Mengadakan acara-acara permainan di pagi hari (9.00 – 12.00).

Target peserta: balita di pengungsian.

DIBUTUHKAN: volunteer untuk memfasilitasi permainan.

DIBUTUHKAN: ide-ide segar untuk permainan yang punya added value, dan alat-alat permainan, tentunya.

3. Memahami persepsi anak tentang bencana (sebuah penelitian psikologis sederhana yang dilakukan sambil bermain).

Subjek : anak-anak yang berusia balita sampai dengan 12 tahun.

DIBUTUHKAN: volunteer untuk mengambil data sambil bermain (dan dengan cara-cara lain yang menyenangkan dan menghargai anak).

4. Berdiskusi dengan ibu-ibu tentang cara berkomunikasi dengan anak.

Target peserta: ibu-ibu yang punya anak berusia di bawah 12 tahun.

Pertama-tama akan dibagikan selebaran (leaflet) dulu, mengenai komunikasi orangtua dengan anak. Lalu, akan diadakan diskusi.

DIBUTUHKAN: volunteer untuk memfasilitasi diskusi yang akan dipimpin oleh Ganis.

DIBUTUHKAN: volunteer untuk mendesain & me-lay out leaflet.

DIBUTUHKAN: dana untuk mencetak leaflet, informasi bagi ibu-ibu untuk mengasuh anak selama di pengungsian.

DIBUTUHKAN: volunteer untuk ngobrol-ngobrol dengan ibu-ibu, biar mereka bisa curhat atau katarsis.

Ganis, koordinator Pos Bermain Anak

Ganis, koordinator Pos Bermain Anak

Untuk membantu anak-anak pengungsian Merapi, Anda dapat mendukung kegiatan kami.

  • Rekening Giro BNI cab. Sutoyo, Yogyakarta.

Atas nama LEMBAGA KPSRL ICBC-FON.

No. 0145014804.

  • Alamat lembaga:

Jl. Ki Mangunsarkoro 27, kel. Gunung ketur, kec. Pakualaman, Yogyakarta 55111.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>