Flying Camp: Flying Playing-Kits

Menyambung cerita sebelumnya…, Rabu (03/11/2010) terjadi lagi erupsi Merapi yang cukup besar, untuk kesekian kalinya. Melihat perkembangan yang tak terduga tersebut, ICBC membuat rencana baru untuk menyikapi keadaan. Dari remaja setempat, Kawan Heri dan Risna, kami mendapat informasi bahwa warga penyintas dari Tempat Pengungsian Sementara (TPS) Kepuharjo dipindahkan ke TPS Argomulyo, tepatnya di Kantor Kecamatan Cangkringan.

Demi mengikuti teman-teman kecil penyintas yang rajin menyambangi mandi bola kemarin, empat orang volunteer ICBC diutus untuk melakukan misi penyelamatan mainan yang tertinggal di TPS SMK Cangkringan pada hari Kamis pagi (04/11/2010). Berangkat dari Yogyakarta pukul 09.45 WIB, keempat orang kawan tersebut mencapai SMK Cangkringan pada pukul 11.00 WIB. Kelurahan Umbulharjo dan Kepuharjo tampak lengang tak berpenghuni. Hanya beberapa ekor sapi (penyintas bencana) terikat menghuni kandang darurat.

Untunglah, beberapa orang anggota Tagana masih terlihat mengamankan lokasi sehingga kami bisa minta dibukakan pintu gerbang sekolah untuk mengambil alat-alat permainan. Tenda ‘Dome’ yang biasa menjadi TKP Mandi Bola anak-anak teronggok penuh debu vulkanik. Seraya deg-degan, teman-teman mengemas tenda dan semua mainan. Jumlahnya cukup banyak, ada sekitar 4 kardus ditambah satu plastik besar dan satu tas carrier ukuran kulkas berisi penuh bola-bola kecil. Lagi-lagi untungnya, bisa dibawa dengan dua motor walaupun dengan agak kerepotan.

barak pengungsian di SMK Cangkringan yang ditinggalkan dengan tergesa-gesa (4/11/2010)

barak pengungsian di SMK Cangkringan yang ditinggalkan dengan tergesa-gesa (4/11/2010)

Area Mandi Bola Darurat diselebungi abu vulkanik.

Area Mandi Bola Darurat diselebungi abu vulkanik.

Bersama mainan yang berhasil dievakuasi tersebut, teman-teman kemudian menuju Balai Desa Argomulyo mengikuti jejak para penyintas dari Kepuharjo, termasuk kawan Heri dan Risna. Akan tetapi, sesampai di sana, rupanya para penyintas tersebut sedang bergerak menuju Umbulmartani karena ada pemindahan TPS. Walhasil, tanpa turun dari motor, evakuator mainan langsung bergerak ke TPS selanjutnya.

Hiruk pikuk warga sesampainya di Balai Desa Umbulmartani, belum berujung ketika gerimis mulai turun. Mereka masih harus mencari tempat lain karena ternyata balai desa sudah penuh, sedang saat itu sudah waktunya makan siang. Sementara TNI dengan sigap mendirikan dapur umum, nasi bungkus terlihat sudah dibagikan entah darimana sumbernya. Oleh karena pemetaan lokasi belum dapat dipastikan maka teman-teman memutuskan untuk menitipkan mainan di rumah Pak Surat (Om dari kawan Ery) di Dusun Balong, sekitar 10 menit dari TPS Umbulmartani. Baru setelah melakukan survei singkat lagi, tim evakuasi mainan bergerak menuju Yogya.

Dan terjadilah. Erupsi dahsyat pada malam harinya, Kamis (4/11/2010) kurang lebih pukul 23.00 WIB. Warga Kepuharjo yang belum sampai 24 jam berada di Umbulmartani pun dengan panik bergegas diamankan di Stadion Maguwoharjo, Sleman. Namun, Stadion Maguwoharjo rupanya bukanlah tempat tujuan terakhir. Belum lama mereka menghela nafas, sebagian warga ditarik ke TPS lain karena Stadion Maguwoharjo tidak mampu menampung cukup banyak warga secara layak, pun untuk kategori darurat. Mulai dari sinilah warga satu desa terpencar di berbagai TPS, bahkan ada yang keluarganya terpisah di TPS lain.

Ada apa hari ini? Kemana lagi setelah ini? Seorang anak di halaman TPS Umbulmartani (4/11/2010)

Ada apa hari ini? Kemana lagi setelah ini? Seorang anak di halaman TPS Umbulmartani (4/11/2010)

Mainan yang dievakuasi (4/11/2010) pun akhirnya diikhlaskan karena termasuk dalam wilayah tak aman (> 15 km) dan keluarga Pak Surat yang dititipi termasuk warga yang mengungsi… .

Sejenak merapat darurat, survei awal pun kembali dilakukan di beberapa lokasi TPS. Strategi juga mesti diubah. Melihat situasi dan kondisi yang belum memungkinkan untuk membuka kembali Pos Bermain Anak, maka dibentuklah Tim Relawan Berani Main yang bergerak jemput bola (mobile). Bersenjatakan segepok mainan dalam ‘back pack’, pada hari Sabtu – Minggu (6-7/11/2010) para relawan ICBC berpencar ke blok-blok ‘perantauan sementara’ di lantai 2 Stadion Maguwoharjo. Bagaikan Doraemon dengan kantong ajaibnya, Mas & Mbak Relawan membombardir anak-anak balita hingga SD dengan berbagai mainan yang keluar dari ‘ransel ajaib’ dan membuat mereka sibuk bermain selama beberapa jam.

Image1653 r

Dengan menghampiri satu dua orang anak, akhirnya seorang relawan akan dikerumuni oleh 8 – 13 anak. Mewarnai, menggambar, menyusun puzzle, membaca buku, bermain origami, dan bermain playdough (was, malam) adalah berbagai kegiatan yang mereka lakukan. Anak-anak bebas memilih apa yang ingin dilakukan/dimainkannya.

“Mas, bukunya boleh tak warnai?”
“Mbak, gambarin pemandangan di sini.”
“Mas, Mbak, tunggu di sini ya. Aku tak makan siang dulu. Jangan pergi lho. Aku nanti mau membaca lagi.”

Begitu beberapa celotehan mereka. Keriangan tergambar di wajah-wajah mereka ketika itu. Bahkan mereka dengan bebas bercerita dan menggambar dua gunung dan satu matahari (lukisan khas anak Indonesia) tanpa diminta. Bedanya, kali ini ada ‘wedhus gembel’ di kedua puncak gunung itu. Seorang anak lain yang melihat protes pada temannya, “Lho, kok pohonnya ada daunnya hijau…, harusnya kan hitam kena awan panas… .” Seorang anak lain menggambar gambar serupa, tapi berkeras menamai salah satu gunungnya sebagai ‘Gunung Prakatau’. Ketika dia ditanya apa nama gunung satunya yang juga tampak mengepulkan asap, dia hanya menggelengkan kepala. Tak apa, dik. Mas & Mbak tidak akan memaksa. Tidak juga akan buru-buru melakukan analisis dan memberikan label stres atau trauma. Melihat adik-adik asyik bermain, tetap tersenyum dan tertawa dan adalah hal yang paling kami inginkan. Sebesar keinginan orang tua kalian masing-masing. Semoga menjadi vitamin yang menguatkan mereka. (T)

Tetap tersenyum walau di pengungsian. (Stadion Maguwoharjo (6/11/2010)

Tetap tersenyum walau di pengungsian. (Stadion Maguwoharjo (6/11/2010)

Senyum anak asal Umbulharjo, Cangkringan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>