Nata de Cassava & Nata de Soya: Mengubah Limbah menjadi Berkah

cara membuat nata de cassava ketelaSaat dahaga memuncak di tengah hari yang panas, minuman dingin memberikan jawaban dengan kesegarannya yang luar biasa. Apalagi jika di dalamnya dilengkapi oleh potongan-potongan Nata de Coco yang kenyal-kenyil dan berserat tinggi.

Mungkin Anda sudah cukup familiar dengan Nata de Coco yang dibuat (ditanam) dengan air kelapa. Warna dasarnya putih, kenyal, dan pada umumnya dipotong dadu kecil dan dicampurkan pada berbagai minuman dingin atau es. Nah, sudah saatnya Anda tahu bahwa sekarang pun Nata bisa dibuat dari air ketela dan air kedelai. Bentuknya sama, rasanya pun tak kalah enak dengan Nata de Coco. Bahkan bisa jadi Anda tak dapat membedakan ketiga jenis ini, apalagi jika sudah diberi warna dan perasa aneka buah. Menanggapi respon positif keberadaan Nata de Cassava (ketela) dan Nata de Soya (kedelai), awal tahun 2012 ini ICBC hendak memproduksi Nata de Soya dalam jumlah yang lebih banyak. Sebelum ini, produksi yang terbatas jumlahnya langsung ludes dalam 2-3 hari karena permintaan teman-teman dekat saja.

Awal Mula Mengenal Nata

Menyiapkan botol untuk wadah bibit Nata de Cassava

Menyiapkan botol untuk wadah bibit Nata de Cassava

Perkenalan ICBC pada nata berawal dari Program Rehabilitasi Perumahan Pasca Gempa di Pedukuhan Klisat, Pundong, Bantul, tahun 2007-2008. Selain membuat keramik, kebanyakan warga Pedukuhan Klisat memiliki usaha pembuatan tepung tapioka. Tepung ini menjadi bahan dasar makanan khas mereka yaitu Mie Des. Nah, ampas dari pembuatan tepung dimanfaatkan menjadi makanan ternak. Sedang air sisa produksi dibuang begitu saja di pekarangan atau sungai. Air ini berbau menyengat, jika terkena kulit sering menimbulkan gatal, dan jika disiramkan pada tanaman dapat menyebabkannya mati. Tahun berikutnya, ICBC mengotak-atik gejala tersebut dan dengan dukungan Lembaga FON (Force of Nature) mengelola program Tapioka Ramah Lingkungan. Partner kerjanya kali ini adalah kelompok ibu-ibu pengusaha kecil (home industry)dan para karyawannya. Dari program yang dipimpin oleh Ag. Agus Hermiyanto ini, ampas tapioka dikelola dan dikembangkan menjadi bahan pembuat kue serta kerupuk (dikenal dengan rambak telo). Air sisa produksi pabrik tapioka kemudian diujicobakan untuk membuat nata dan, berhasil! Kini, beberapa ibu rumah tangga tersebut sudah menekuni pembuatan Nata de Cassava dan mendapat penghasilan dari sana.

Bukan hanya itu, Ibu-Ibu dari Kelompok Sido Dadi Nata (kelompok pengusaha kecil Nata de Cassava dari Pedukuhan Klisat) bahkan telah menularkan ilmunya pada … >> baca lanjutannya >>

Percaya Diri Berbagi Ilmu

Related posts:

  1. Menjadi Relawan: Untuk apa?
  2. Membuat Bijih Plastik dengan Mesin Pencacah Sederhana
1 2

About The Author

2 Comments

  1. adni says:

    artikel dan refrensi yg sangat bagus, ide yg sangat bagus untuk di terapkan di daerah tempat tinggal saya yg mayoritas penduduk memproduksi tahu, apa anda membuka pelatihan untuk pembuatan nata de soya, terimakasih

  2. Dewi Irna says:

    saya mau tanya, sebenarnya apa saja kandungan dari nata de soya dan kandungan air limbah sisa pembuatan nata de soya? tolong dibantu ya, soalnya saya sedang menggarap laporan ilmiah tentang nata de soya, terimakasih :)