Nata de Cassava & Nata de Soya: Mengubah Limbah menjadi Berkah

<< halaman 1<<

Bukan hanya itu, Ibu-Ibu dari Kelompok Sido Dadi Nata (kelompok pengusaha kecil Nata de Cassava dari Pedukuhan Klisat) bahkan telah menularkan ilmunya pada Kelompok Tani Srihardono, Pundong pada tahun 2010. Saat itu mereka diundang menjadi narasumber pelatihan selama 3 hari, dan mendapat apresiasi positif. Para peserta pelatihan tersebut kini juga menekuni usaha produksi Nata de Cassava, dan pada Juni 2010 telah berhasil memproduksi 200 kg Nata de Cassava per minggunya (http://bantulbiz.com/id/berita_baca/idb-327.html).

 

 

Mencoba Kolam Baru, Nata de Soya

Instalasi Pengolahan Limbah Sederhana untuk Residu Pembuatan Nata de soya-nata de coco-nata de cassava

Instalasi Pengolahan Limbah Sederhana untuk Nata

Pelatihan membuat nata de soya, nata de coco, nata de cassavaSetelah sukses bermain air residu tapioka (ketela) dan menularkannya pada ibu-ibu di Bantul, Agus Hermiyanto kembali mengasah keterampilannya meracik ramuan nata. Kali ini ia memilih air residu dari produksi tahu untuk diproduksi menjadi Nata de Soya. Selama ini air residu tersebut baru dimanfaatkan 20% untuk campuran pakan sapi, sedang sisanya dibuang saja. Padahal air tersebut memiliki kandungan gizi yang cukup baik untuk menjadi media tumbuhnya bakteri nata. Dari beberapa kali eksperimen, Agus berhasil membuat Nata de Soya yang rasanya enak, dan serat halusnya susah dibedakan dengan Nata de Coco yang selama ini menjadi favorit masyarakat. Dari segi bau pada proses produksi, Nata de Soya juga relatif bersahabat dibanding Nata de Cassava yang baunya agak tajam. Keseriusan Agus mengolah limbah cair (baca: air residu), ditambah kolaborasinya dengan Lukman Sabani, produsen Nata de Coco dari Jawa Tengah, mengantarkan tim ini menjadi finalis 20 besar pada kompetisi usaha sosial ramah lingkungan yang diselenggarakan oleh British Council pada 2011 lalu. Meski urung mendapatkan grant dari kompetisi tersebut, Agus Hermiyanto memutuskan untuk tetap mengembangkan unit produksi Nata de Soya di bawah bendera ICBC. Namun dia, sang Kepala Divisi Lingkungan, juga siap memberikan pelatihan pada masyarakat tentang pembuatan Nata de Cassava dan Nata de Soya dengan pendekatan social enterpreneurship (kewirausahaan sosial). Usaha produksi nata dinilai cukup potensial bagi warga karena prosesnya yang tidak rumit, bahan baku murah, dan permintaan pasar pada nata sendiri sangat tinggi. (titis)

Bagi yang tertarik, dapat menghubungi Agus Hermiyanto di 0817 541 4405. Email: icbc_jogja [at] yahoo [dot] com.

 

 

2 thoughts on “Nata de Cassava & Nata de Soya: Mengubah Limbah menjadi Berkah

  1. adni

    artikel dan refrensi yg sangat bagus, ide yg sangat bagus untuk di terapkan di daerah tempat tinggal saya yg mayoritas penduduk memproduksi tahu, apa anda membuka pelatihan untuk pembuatan nata de soya, terimakasih

  2. Dewi Irna

    saya mau tanya, sebenarnya apa saja kandungan dari nata de soya dan kandungan air limbah sisa pembuatan nata de soya? tolong dibantu ya, soalnya saya sedang menggarap laporan ilmiah tentang nata de soya, terimakasih :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>