Membuat Bijih Plastik dengan Mesin Pencacah Sederhana

Apabila sebelumnya Anda angkat tangan atau geleng-geleng melihat sampah plastik produksi pribadi Anda, barangkali mesin pencacah plastik kreasi Nur Adnan dkk ini dapat menjadi solusi yang menguntungkan. Apalagi jika digunakan bersama dalam lingkungan RT atau RW. Dengan adanya mesin ini, sampah plastik di lingkungan dapat lebih terkelola dan tidak terbuang sia-sia, terlebih jika Pak RT/RW mengeluarkan Undang-Undang Anti Pemulung di daerah Anda. Continue Reading →

CATATAN RELAWAN: Sumber Belajar tak harus mahal kan?

Menurut saya, ibu-ibu tersebut beruntung mengajar di daerah seperti Cangkringan. Kenapa? Karena mereka memiliki banyak sekali sumber belajar dengan basis alam pedesaan, lengkap. Sumber belajar yang mereka miliki, bisa jadi membuat banyak guru-guru di kota semacam saya, iri setengah mati. Bagaimana tidak? Lihat, di sana ada gunung, sawah, banyak binatang ternak yang bisa dieksplorasi seluas-luasnya. Sedangkan saya dan banyak guru lain di kota, tidak mendapati kemewahan semacam itu. Kami, hanya bisa menghadirkan sapi dan gunung melalui gambar. Sawah, hanya bisa dijumpai oleh anak-anak kami jika kebetulan kami mengadakan field trip “sok turun ke alam”, dengan membayar sejumlah biaya tertentu. Dan, tentu tidak murah. Continue Reading →

Menjadi Relawan: Untuk apa?

Menjadi apa pun kita, itu merupakan pilihan bebas. Begitu pula dengan pilihan untuk menjadi relawan yang bebas dan tidak terikat. Seseorang berhak untuk menjadi relawan tanpa ada paksaan dari pihak mana pun. Kerja sebagai relawan juga tidak terbatas pada usia, ras, suku, agama, budaya, dan status sosial. Segala perbedaan itu melebur ketika para relawan memiliki komitmen untuk saling berbagi dan bekerjasama satu sama lain. Continue Reading →

BUKABUKU: Kearifan Lokal dan Suara Kritis dari Papua

Melalui buku ini, penulis berusaha membangun kesadaran dan meningkatkan daya juang orang-orang asli Papua dengan menunjukkan bahwa mereka sebenarnya memiliki modal dasar. Modal itu adalah Agama Kristen dan kearifan budaya lokal. Bagian pertama dari buku ini berisi dasar-dasar teologis untuk memotivasi orang Papua agar lebih percaya diri dan berusaha lebih keras untuk berdiri di atas kaki sendiri (atau, dengan istilah penulisnya, ‘meminum air dari sumur sendiri’). Continue Reading →

PERAN MEDIA SEBAGAI CORONG MASYARAKAT: belajar dari Koin Cinta Bilqis

Namun dengan diangkatnya kisah Bilqis, paling tidak masyarakat lebih peka pada isu ini. Dan, jurnalis sangat berperan di sini, termasuk dalam menghimbau rumah sakit, profesional, maupun pemerintah untuk memberikan perhatian kepada masalah terkait, kepada penderita, maupun keluarganya. Continue Reading →

Berdemokrasi di Angkringan

Eksisnya warung angkringan di Jogja tidak hanya karena pelaku ekonomi yang jelas membantu perekonomian para pelaku ekonomi yang punya modal kecil, tetapi juga menjadi wadah dan ruang publik dari saluran aspirasi mereka. Jasa warung angkringan di Jogja sangat besar bagi jalannya roda demokrasi di kota ini. Selain itu kadang inspirasi atau gagasan juga muncul dari hasil-hasil diskusi di warung-warung angkringan. Continue Reading →

Sebentuk Cinta untuk Anak-Anak Korban Gempa

Penelitian yang dilakukan Ganis bersama timnya ini tentu memiliki manfaat. Salah satu manfaatnya adalah penelitian ini menjadi sebuah bentuk dokumentasi berdasarkan studi yang mengangkat suara anak-anak dalam konteks bencana. Ganis mengamati, jarang sekali suara anak-anak diusung dan dipublikasikan. Continue Reading →

Pembelajaran dari IACCP XX

… di Melbourne, saya cukup kesulitan untuk menemukan tempat atau suatu pertunjukan budaya lokal. Seorang teman saya dari KJRI bahkan berkata “Apa mereka punya budaya (lokal)? Budaya mereka kan ya campuran dari berbagai budaya”. Memang, yang terlihat justru budaya-budaya masyarakat lain, seperti ketika saya makan di Arrow street, saya melihat sekelompok anak muda India atau Pakistan mepertunjukkan tarian mereka. Ketika saya melihat jadwal-jadwal pertunjukkan di beberapa gedung pertunjukan setempat, semua berisi pertunjukkan modern, ala barat, seperti cabaret, konser lagu pop atau modern, maupun drama-drama kontemporer. Demikian pula, ketika saya berkunjung ke Melbourne Museum, saya justru menemukan banyak hal terkait dengan sains dan teknologi dan sangat sedikit berisi kebudayaan maupun tradisi masyarakat setempat. Continue Reading →