Nata de Cassava & Nata de Soya: Mengubah Limbah menjadi Berkah

… sang Kepala Divisi Lingkungan, juga siap memberikan pelatihan pada masyarakat tentang pembuatan Nata de Cassava dan Nata de Soya dengan pendekatan social enterpreneurship (kewirausahaan sosial). Usaha produksi nata dinilai cukup potensial bagi warga karena prosesnya yang tidak rumit, bahan baku murah, dan permintaan pasar pada nata sendiri sangat tinggi. Continue Reading →

Laporan Keuangan Program Psikososial untuk Penyintas Erupsi Merapi 2010

Program Pemulihan Psikososial Pasca Erupsi Merapi 2010 yang dikelola oleh ICBC merupakan program yang dirancang berkesinambungan untuk minimal 3 bulan (terhitung per 1 November 2010).
Program kegiatan yang dilakukan meliputi:
1. Pos Bermain Anak termasuk perpustakaan
2. Kelompok Ibu-Anak (balita), dan
3. Penelitian Persepsi Anak terhadap Bencana
Continue Reading →

Flying Camp: Flying Playing-Kits

… mereka dengan bebas bercerita dan menggambar dua gunung dan satu matahari (lukisan khas anak Indonesia) tanpa diminta. Bedanya, kali ini ada ‘wedhus gembel’ di kedua puncak gunung itu. Seorang anak lain yang melihat protes pada temannya, “Lho, kok pohonnya ada daunnya hijau…, harusnya kan hitam kena awan panas… .” Seorang anak lain menggambar gambar serupa, tapi berkeras menamai salah satu gunungnya sebagai ‘Gunung Prakatau’. Continue Reading →

A Ball Pool At The Emergency Shelter

… we were building the children’s play center, a young kid came to help and a woman asked: are we going to have a ‘ball pool”? Wow!!! A great idea! We initially planned to use this tent as a mini-library and a place to temporarily store our toys. Continue Reading →

Mandi Bola di Pengungsian?

… kami mendirikan tenda pos bermain anak, seorang anak bersemangat membantu dan seorang ibu pengungsi berceletuk, “wah, mau buat mandi bola ya?”.

Kami tertegun sejenak. Wow!!! Ide yang cemerlang! Tadinya kami akan menggunakan tenda itu untuk perpustakaan mini, sambil sebagai tempat untuk meletakkan peralatan-peralatan pos bermain. Continue Reading →

A CHILDREN’S PLAYING CENTER FOR MERAPI’S EVACUEES

What about children? Well, they are ‘just’:

ß Confused: What happens, why are we not home? Why are there so many healthy people fed like sick people?

ß Worried about their most valuable things: What about my bicycle? Is my doll alright? Continue Reading →

Koleksi & Kegiatan Perpustakaan ICBC

Dari kelompok kliping, selain tema yang sudah ada sejak dulu (kesehatan reproduksi, psikologi populer, anak, desain, kebudayaan sosial, lingkungan, dan teknologi tepat guna), kini Anda dapat juga menemui kliping tentang Obama dan Komik Anak. Continue Reading →

Mengintip Koleksi Perpustakaan ICBC dari Internet

Mulai sekarang, dimanapun Anda berada, dapat mengakses http://perpustakaanpsikologi.icbc-indonesia.org/ untuk mencari koleksi yang ada di Perpustakaan ICBC. Dengan catatan, komputer Anda terhubung dengan internet. Bahkan saat ini pun Perpustakaan ICBC sudah terhubung dengan jaringan perpustakaan Yogyakarta secara online di www.jogjalib.net. Dengan melakukan pencarian koleksi di www.jogjalib.net, Anda berarti melakukan pencarian koleksi dari sekitar 8 (delapan) perpustakaan di Yogyakarta. Continue Reading →

Membuat Bijih Plastik dengan Mesin Pencacah Sederhana

Apabila sebelumnya Anda angkat tangan atau geleng-geleng melihat sampah plastik produksi pribadi Anda, barangkali mesin pencacah plastik kreasi Nur Adnan dkk ini dapat menjadi solusi yang menguntungkan. Apalagi jika digunakan bersama dalam lingkungan RT atau RW. Dengan adanya mesin ini, sampah plastik di lingkungan dapat lebih terkelola dan tidak terbuang sia-sia, terlebih jika Pak RT/RW mengeluarkan Undang-Undang Anti Pemulung di daerah Anda. Continue Reading →

CATATAN RELAWAN: Sumber Belajar tak harus mahal kan?

Menurut saya, ibu-ibu tersebut beruntung mengajar di daerah seperti Cangkringan. Kenapa? Karena mereka memiliki banyak sekali sumber belajar dengan basis alam pedesaan, lengkap. Sumber belajar yang mereka miliki, bisa jadi membuat banyak guru-guru di kota semacam saya, iri setengah mati. Bagaimana tidak? Lihat, di sana ada gunung, sawah, banyak binatang ternak yang bisa dieksplorasi seluas-luasnya. Sedangkan saya dan banyak guru lain di kota, tidak mendapati kemewahan semacam itu. Kami, hanya bisa menghadirkan sapi dan gunung melalui gambar. Sawah, hanya bisa dijumpai oleh anak-anak kami jika kebetulan kami mengadakan field trip “sok turun ke alam”, dengan membayar sejumlah biaya tertentu. Dan, tentu tidak murah. Continue Reading →